SPORT

Informasi Olahraga

TRAVEL

Travelling

SEPAKBOLA

Informasi Sepakbola

ENTERTAINMENT

Film, Artis, TV Online, Radio Online

TUTORIAL

Tutorial Blog

Selasa, 15 April 2014

Mercier-Jones Supercraft, Bugatti-nya Kendaraan Amphibi





INFO KITA - Bagi Anda yang berkantung tebal dan bosan dengan koleksi mobil mewah yang “begitu-begitu saja”, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk memiliki salah satu dari kendaraan amfibi berikut ini.


Sebuah produsen hovercraft asal Chicago USA menawarkan produk baru mereka Mercier-Jones Supercraft yang memiliki tampang tak biasa sebagaimana sebuah hovercraft pada umumnya yang melulu garang dan terkesan “tak nyaman”. Bahkan dengan desain yang dimilikinya, hovercraft ini bisa dikatakan sebagai Bugatti-nya kendaraan amfibi.


Dibekali dengan mesin berkekuatan 60hp yang dikombinasikan dengan dua buah motor listrik yang ditenagai oleh baterai lithium-ion, Mercier-Jones Supercraft mampu menghembuskan total tenaga hingga 102 hp.


Mampu melintasi segala medan, seperti tanah, es, pasir, air dan bahkan semua kondisi medan yang ada diantaranya dengan mulus dan nyaman, Supercraf ini dipastikan akan memberikan sensasi baru berkendara bagi Anda.


Memiliki dimensi panjang 4318 mm, lebar 2159 mm, tinggi 1.219 mm dan bobot 318 kg, kendaraan yang mampu melesat hingga jarak 193 km pada kecepatan rata-rata 64.37 kmj ini dijual pada kisaran angka US$75,000 untuk tiap-tiap unitnya.


Minat?

















Sumber: http://artikel2artikel.blogspot.com/





Senin, 14 April 2014

Tentang VSI Yusuf Mansur: Apa Betul Bisnis VSI Tidak Sesuai Syariah?









Apa Betul Bisnis VSI tidak Sesuai Syariah?






Judul tersebut sengaja saya angkat karena bisnis VSI saat ini tengah menjadi salah satu topik terhangat di dunia maya, khususnya social media. Ini tidak lain karena melibatkan salah seorang ustadz yang cukup ternama di negeri ini, yaitu Ustadz Yusuf Mansur. Dari hasil observasi yang saya lakukan, kelihatannya opini yang berseliweran di dunia maya ini agak kurang berimbang, terutama antara yang pro dengan yang kontra. Salah satu isu yang menonjol dan mengundang perdebatan yang sangat intensif adalah : apakah bisnis VSI ini sesuai syariah atau tidak?


Untuk itu, saya mencoba menganalisis secara obyektif tentang bisnis VSI dari perspektif ekonomi syariah. Tentu tanpa bermaksud mendahului proses di DSN MUI, yang memiliki otoritas mengeluarkan sertifikasi halal bisnis. Ustadz Yusuf Mansur pernah mengatakan bahwa proses pengajuan ke DSN MUI sudah dilakukan, tinggal sekarang menunggu proses berikutnya. Sambil menunggu proses di DSN, saya mencoba mengidentifikasi beberapa hal pokok yang menjadi sumber perdebatan selama ini.


Isu 1: Core business VSI


Isu ini perlu diangkat karena saya melihat adanya bias terhadap bisnis utama VSI ini, dan secara syariah, core business ini menentukan apakah bisnis VSI ini melanggar syariah atau tidak. Kalau kita lihat secara mendalam, bisnis utama VSI adalah payment technology. Adapun habbatus sauda dan buku, menurut saya itu hanyalah pelengkap dari paket penjualan. Intinya, bisnis aplikasi software untuk pembayaran. Secara syariah, tentu bisnis ini tidak ada masalah. Peruntukannya jelas, yaitu untuk membantu kita melakukan sejumlah transaksi yang biasa kita lakukan sehari-hari, seperti bayar pulsa, listrik, dan lain-lain.

Yang dipermasalahkan adalah, kenapa harga aplikasi ini sampai mencapai angka Rp 275 ribu? Sementara banyak aplikasi lain yang gratis. Ini dianggap mengundang “kecurigaan” bahwa uangnya akan dipakai dalam skema yang mengarah kepada money game. Dan kita sama-sama tahu kalau money game itu tidak sesuai syariah.

Terhadap isu ini, jawaban saya sederhana. Pertama, adalah tidak fair kalau kita membandingkan aplikasi VPay ini dengan aplikasi gratisan yang tersedia di internet. Mestinya kalau mau membandingkan, bandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis agar apple to apple, seperti mobile banking suatu bank atau teknologi paypal. Tidak mungkin seseorang bisa menggunakan aplikasi mobile banking kalau ia tidak menjadi nasabah di bank tersebut, dimana ia harus membuka akun dengan nominal tertentu. Intinya, jadi nasabah dulu, baru bisa memanfaatkan layanannya. Demikian pula dengan teknologi paypal yang tidak gratis.

Kedua, sah-sah saja secara syariah, sebuah perusahaan menjual produk pada tingkat harga tertentu. Adalah hak VSI untuk menjual teknologi Vpay pada level harga berapapun, baik Rp 275 ribu, lebih kecil dari Rp 275 ribu, maupun lebih besar dari angka tersebut. Sama seperti orang jualan bakso, kenapa harga bisa berbeda antara warung bakso satu dengan warung bakso lainnya. Itu kan terserah penjual masing-masing, setelah mereka mempertimbangkan berbagai faktor. Dan bukan hak kita untuk mengotak-atik harga jual bakso di warung tersebut. Kalau tidak mau beli, ya tidak masalah. Kalau mau beli, ya harganya sebesar itu. Simpel.

Hasil penjualan warung bakso itu menjadi hak penuh warung tersebut. Sama seperti saat kita bekerja dan mendapat gaji. Adalah hak kita untuk memanfaatkan gaji tersebut untuk apa saja. Tentu kita berharap bahwa pemanfaatan dana tersebut sesuai dengan syariah, misalnya dengan mengeluarkan zakat, infak dan shadaqahnya terlebih dahulu sebelum dibelanjakan untuk hal lain.

Saya juga mendengar bahwa manajemen VSI sudah banyak melakukan pembenahan dan bersiap-siap menjadi perusahaan sangat besar. Transaksi per awal April sudah sangat lancar. Sedangkan transaksi itu adalah core-business dari VSI.


Isu 2 : Masalah dua akad dalam satu transaksi, makelar atas makelar, dan cash back


Dalam Islam, Rasul dengan tegas melarang dua akad dalam satu kontrak. Demikian pula dengan persoalan makelar atau samsarah, dimana “samsarah ‘alaa samsarah” itu tidak boleh. Buat yang masih bingung tentang “samsarah ‘alaa samsarah”, silakan di-googling sendiri.

Sekarang mari kita lihat praktek VSI hari ini. Yang saya amati, VSI yang sekarang telah memisahkan antara akad untuk pengguna atau user dengan akad untuk mitra bisnisnya. Akad untuk user adalah akad jual beli biasa, dimana seseorang membeli VPay untuk ia gunakan sendiri. Dalam jual beli atau al-bai’, terjadi pertukaran antara uang dengan barang. Barangnya, dalam hal ini aplikasi VPay, menjadi milik user, sedangkan uangnya, menjadi milik perusahaan. Saya rasa ini clear.

Kemudian, buat mereka yang tertarik menjadi mitra bisnis VSI, harus mengisi form lagi. Dengan kata lain, harus melakukan akad terpisah sebagai agennya VSI, dan akan mendapatkan hak dan kewajiban sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku. Jadi buat saya, bisnis VSI ini jelas. Tidak ada dua akad dalam satu transaksi.

Bagaimana dengan bisnis para mitra dan kaitannya dengan “samsarah ‘alaa samsarah” dan skema ponzi? Sebelum masuk kedalam isu itu, ada baiknya kita sepakati esensi dari suatu bisnis. Esensi bisnis adalah menjual produk sebanyak-banyaknya kepada sebanyak-banyaknya konsumen. Jadi dua hal yang penting, yaitu : jumlah produk yang terjual dan jumlah pengguna yang memakai produk kita. Nah, para mitra ini harus memenuhi dua target ini: pasarkan VSI kepada masyarakat seluas-luasnya, dan ajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi teknologi ini sesering-seringnya. Ada target omset yang harus dipenuhi. Besarnya omset ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan yang akan dinikmati oleh para mitra. Makin besar omset, ya pendapatannya makin besar. Masuk akal bukan?

Bagaimana cara mengajak masyarakat sebanyak-banyaknya? Ya ajak mereka untuk menjadi pengguna (user) atau menjadi mitra bisnis. Kalau masyarakat memilih jadi pengguna saja, maka ajak mereka untuk memakai aplikasi VPay ini sesering-seringnya. Kalau mereka tertarik untuk ikutan berbisnis, maka menjadi mitra bisnis adalah pilihan yang tepat. Jadi, masalah “member get member” adalah dalam kerangka ini, yaitu mencari pengguna atau mitra bisnis sebanyak-banyaknya. Ini sesuatu yang tidak masalah dalam Islam.

Bagaimana dengan “samsarah ‘alaa samsarah”? Menurut saya, skema bisnis VSI tidak mengarah pada “samsarah ‘alaa samsarah” (kita singkat SAS biar mudah). SAS yang mengarah pada pendzoliman terjadi ketika A merekrut B, B merekrut C, dan C merekrut D, sementara A menerima bonus/komisi dari kerja B merekrut C dan C merekrut D, B menerima bonus/komisi dari kerja C merekrut D, dan D tidak dapat apa-apa kecuali ia merekrut E dan seterusnya. Tentu yang dizalimi adalah D dalam hal ini. Dalam skema money game, selalu downline terbawah yang dizalimi. Apakah VSI seperti itu?

Sekarang kita lihat, apa yang dilakukan VSI. Pertama, soal angka penjualan software yang mencapai Rp 275 ribu, itu sah-sah saja sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas. Bahwa kemudian perusahaan memberikan bonus kepada mitra yang berhasil menggaet seorang user atau mitra bisnis baru, itu juga sah-sah saja secara syariah. Ini karena status uang tersebut adalah milik perusahaan, sehingga perusahaan bebas menggunakannya. Mau memberi bonus kepada si A, B C, dan D, atau tidak memberi bonus sama sekali, itu hak perusahaan. Kalau anda punya uang, maka anda bebas memanfaatkannya bukan?

Kedua, terkait dengan cash back. Dalam suatu transaksi, misal isi pulsa, cash back-nya Rp 1800, dimana Rp 800 masuk ke perusahaan, dan sisanya Rp 1000 diberikan kepada mereka yang menggunakan aplikasi ini. Dalam contoh di atas, baik si A, B, C maupun D sama-sama menggunakan jasa VPay. Dalam konsep ini, apakah downline yang paling bawah, yaitu si D, dirugikan karena dari Rp 800 tersebut, perusahaan membagikannya dalam bentuk bonus kepada si A, B, dan C? Jawabannya, tentu tidak. Mengapa? Karena si D telah mendapatkan haknya, yaitu Rp 1000 sebagai cash back dari transaksi yang dilakukannya. Adapun yang Rp 800, sekali lagi itu adalah uang milik perusahaan, yang bebas digunakan oleh perusahaan. Dalam hal ini, VSI memberikan “bagian” keuntungannya sebagai stimulus kepada para mitra bisnisnya, dengan kriteria dan syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh mitra tersebut. Diantara kriterianya adalah besarnya omset yang dihasilkan. Ingat ya, besarnya omset yang dihasilkan.

Kezaliman baru muncul ketika hak si D yang Rp 1000 tersebut dikurangi secara sengaja, atau diambil untuk membayar C, B dan A. Ketentuan cash back Rp 1000 berlaku secara adil kepada A, B, C dan D. Kalau D lebih sering memakai layanan VPay, maka boleh jadi ia mendapatkan cash back yang lebih besar dari A, B dan C.

Jadi, skema “samsarah ‘alaa samsarah” tidak berlaku disini. Disinilah pentingnya kejelasan akad yang dilakukan. Dan VSI telah secara jelas menerapkan akad yang terpisah, baik dengan pengguna (user) maupun mitra bisnisnya.

Kesimpulannya, secara syariah, menurut saya tidak ada pihak yang dizalimi, sehingga tidak bertentangan dengan syariah. Skema bisnis VS juga jelas-jelas bukan skema money game. Tidak ada pihak yang dirugikan. Saya menduga, munculnya tudingan money game ini ketika melihat marketing plan-nya VSI di awal-awal berdirinya VSI. Tapi kalau lihat kondisi VSI hari ini, terlihat hal yang sangat jauh berbeda. Ini bisa dilihat dari website resmi VSI, yaituwww.klikvsi.co.id, bukan dari website-website lain yang mengatasnamakan VSI.

Gagasan aplikasi teknologi pembayaran ini menurut saya juga sangat cemerlang. Apalagi saya mendengar informasi bahwa VSI juga akan mengembangkan e-book dan e-training Ust Yusuf Mansur, serta berbagai aplikasi lain ke depannya. Ini tentu misi besar yang harus kita dukung, sehingga niat membeli kembali Indonesia yang selama ini digembar gemborkan Ust Yusuf Mansur, bisa direalisasikan dengan baik.

Saya juga berharap semoga proses di DSN MUI bisa berjalan dengan lebih cepat, supaya pihak-pihak yang menaruh perhatian pada VSI, tidak menduga-duga lagi soal kesyariahan bisnis ini. Dan untuk VSI, memang harus ada penyamaan SOP (standard of operating procedure) terkait dengan pemasaran produk VPay ini, agar masyarakat bisa memahami hakekat bisnis VSI ini dengan lebih baik, sehingga persepsi bahwa seolah-olah bisnis ini mengandung unsur money game, bisa dikikis dan dihilangkan. Juga kepada para mitra bisnis VSI, agar memahami konsep akad dan bisnis yang dikembangkan VSI. Tujuannya, supaya tidak salah dalam menjelaskan keunggulan produk VSI ini. Wallahu a’lam.





Minggu, 13 April 2014

Skenario 3 Klub Menuju Gelar Juara Premier League


INFO KITA - Kemenangan Liverpool atas Manchester City 3-2 di Anfield, Minggu 13 April 2014, membuat persaingan gelar juaraPremier League semakin menarik. Meski Liverpool sedikit diunggulkan, namun peluang juara Chelsea dan ManCity masih terbuka lebar.

Berikut ini adalah skenario juara Premier League bagi Liverpool,Chelsea dan ManCity, seperti dikutip dari SB Nation:

1. Liverpool (77 poin)

Liverpool saat ini masih memuncaki klasemen Premier League dengan 77 poin, unggul 2 poin atas Chelsea dan 7 poin atas ManCity. Tim besutan Brendan Rodgers itu bisa memastikan gelar juara jika mampu memenangi 4 pertandingan tersisa, melawanNorwich City (20 April), Chelsea (27 April), Crystal Palace (5 Mei), dan Newcastle United (11 Mei).

Kunci juara Liverpool akan ditentukan saat melawan Chelsea di Anfield pada 27 April 2014. Laga tandang ke markas Crystal Palace juga bisa merepotkan Liverpool. Pasalnya, penampilan Crystal Palace sedang on-fire dengan meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk mengalahkan Chelsea 1-0. Poin maksimal yang bisa diraihLiverpool adalah 89 poin

Jadwal
Norwich City Vs Liverpool (20 April 2014)
Liverpool Vs Chelsea (27 April 2014)
Crystal Palace Vs Liverpool (5 Mei 2014)
Liverpool Vs Newcastle United (11 Mei 2014)

2. Chelsea (75 poin)

The Blues akan menjadi juara jika mampu memenangi 4 pertandingan tersisa, dan Liverpool kalah satu kali dari 4 pertandingan tersisa, serta ManCity gagal meraih salah satu kemenangan dari 6 laga tersisa. Chelsea saat ini berada di posisi kedua dengan 75 poin. Empat pertandingan tersisa tim besutanJose Mourinho itu adalah menghadapi Sunderland (19 April),Liverpool (27 April), Norwich City (4 Mei), dan Cardiff City (11 Mei).

Kemenangan atas Liverpool di Anfield belum tentu akan membuat Chelsea juara. Pasalnya, tim yang bermarkas di Stamford Bridge itu juga harus bergantung pada hasil ManCity.Chelsea juga masih harus membagi fokus ke Liga Champions. Chelsea akan menjalani laga melawan Liverpool di antara dua leg semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Poin maksimal yang bisa diraih Chelsea pada 87 poin.

Jadwal
Chelsea Vs Sunderland (19 April 2014)
Liverpool Vs Chelsea (27 April 2014)
Chelsea Vs Norwich City (4 Mei 2014)
Cardiff City Vs Chelsea (11 Mei 2014)

3. Manchester City (70 poin)

ManCity akan menjadi juara jika berhasil memenangi 6 laga tersisa dan Liverpool gagal meraih kemenangan salah satu dari 4 laga tersisa. The Citizens sedikit diuntungkan karena masih memiliki tabungan 2 laga lebih banyak. Dari 6 laga tersisa, dua pertandingan terberat bagi ManCity kemungkinan besar adalah menghadapi Crystal Palace (27 April) dan Evertonpada 3 Mei 2014.

ManCity tentunya akan mengharapkan Chelsea berhasil mengalahkan Liverpool di Anfield. Dengan begitu, tim besutan Manuel Pellegrini tersebut bisa menjadi juara jika berhasil memenangi seluruh 6 pertandingan tersisa. Poin maksimal yang bisa diraih ManCity adalah 88 poin.

Jadwal
Manchester City Vs Sunderland (16 April 2014)
Crystal Palace Vs Manchester City (27 April 2014)
Everton Vs Manchester City (3 Mei 2014)
Manchester City Vs Aston Villa (7 Mei 2014)




Sumber: viva.bola.co.id

Jumat, 11 April 2014

INILAH HELM PALING AMAN DI DUNIA


INFO KITA - Helm merupakan perangkat keselamatan yang digunakan pengguna sepeda motor. Namun seiring banyaknya olahraga ekstrem, penggunaan helm kini sangat beragam, seperti balap mobil formula1, ski, atau juga mountain bike.

Beragam inovasi pun dihadirkan perusahaan yang bergerak di bidang alat keselamatan ini. Tujuannya satu, mengurangi dampak kerusakan pada bagian kepala saat terjadi benturan yang terjadi.

Jenis helm pun disesuaikan dengan kegiatan yang yang akan dilakukan. Dan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini, berhasil membuat helm canggih dengan mencantumkan teknologi di dalamnya.

Helm yang diberi nama Skully Helm, merupakan hasil pengembangan perusahaan start up di Silicon Valley. Helm ini memiliki kamera yang mampu melihat 180 derajat, dan langsung diproyeksikan ke dalam sebuah henset transparan, sehingga pengendara sepeda motor bisa melihat dari berbagai arah.

"Helm ini ada semeta-mata demi keselamatan kepala Anda ketika berkendara. Skully bertujuan menciptakan helm sepeda motor paling aman di planet ini," kata seorang perwakilan Skully Helm kepada Live Science.

GOOGLE AKAN PASTIKAN SEMUA APLIKASI ANDROID BEBAS MALWARE


INFO KITA - Google mengambil langkah-langkah baru untuk memastikan pengguna Android terlindungi, dari malware dan aplikasi berbahaya lainnya. Google akan memperluas layanan verifikasi aplikasi, untuk memantau semua aplikasi pada perangkat Android, termasuk yang diunduh dari Play Store.

Sebelumnya, ketika Verifikasi Apps layanan diaktifkan, hanya aplikasi dari pihak ketiga yang dipindai, dan itupun setelah dipasang. Sekarang, Verifikasi Apps akan memeriksa setiap aplikasi sebelum dipasang, dan secara teratur akan memeriksanya.
Hal ini untuk memastikan penggunanya benar-benar mendapatkan keamanan penuh, dari setiap aplikasi yang dipasang di perangkat Android. Tidak jarang aplikasi jahat terpasang di Android, baik itu disengaja atau tidak.
"Karena aplikasi yang berpotensi membahayakan sangat jarang, kebanyakan orang tidak akan pernah melihat peringatan atau indikasi lain bahwa mereka memiliki lapisan tambahan perlindungan, " kata insinyur keamanan Android Kaya Cannings dalam posting blog .
"Tapi kami mengharapkan sejumlah kecil orang untuk melihat peringatan ( yang terlihat mirip dengan yang ada Verifikasi apps peringatan) sebagai hasil dari kemampuan baru ini," tambahnya.
Google sendiri telah memiliki sistem dengan nama "Bouncer," yang menganalisis setiap aplikasi yang diunggah ke Google Play Store, untuk memastikan bebas dari malware. Tapi layanan ini tidak memeriksa aplikasi dari toko pihak ketiga, atau aplikasi yang telah diunduh.


Facebook Menghapus Fitur Chating Pada Aplikasi Mobile-nya

INFO KITA - Facebook telah menghapus fitur messaging dari aplikasi mobile-nya dan memaksa pengguna untuk men-download aplikasi Messenger standalone milik Facebook jika ingin chatting dengan teman-teman Facebook mereka.

Mulai hari ini orang-orang di negara-negara Eropa tertentu melihat pemberitahuan bahwa mereka harus menginstall aplikasi Facebook Messenger jika ingin terus bisa mengirim dan menerima pesan lewat Facebook.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada TNW perusahaan telah menemukan fakta bahwa Facebook Messenger 20 persen lebih cepat daripada di Facebook dan fitur baru terus ditambahkan ke aplikasi Messenger.

"Misalnya, bulan lalu update Facebook Messenger untuk iOS memungkinkan pengguna untuk membuat chatting kelompok dan "pin" kelompok agar mendapatkan akses yang lebih mudah kepada mereka," ujar Juru bicara Facebook.

"Kami telah membangun dengan cepat dan handal pengalaman pesan melalui Messenger dan sekarang masuk akal bagi kita untuk memfokuskan semua energidan sumber daya kita pada pengalaman itu," tambah jubir Facebook.

Dari minggu ini dan seterusnya, lebih banyak orang akan diberitahu tentang perubahan ini. Facebook akan menghapus fitur messaging di Android dan aplikasi iOS dalam "beberapa negara" selama beberapa minggu ke depan.

"Orang-orang akan memiliki beberapa pemberitahuan sebelum perubahan ini terjadi dan akan memiliki kesempatan untuk belajar lebih lanjut tentang Messenger dan fitur-fiturnya," juru bicara Facebook mengatakan kepada TNW.

Namun, perubahan ini tidak akan mempengaruhi perangkat Android yang low end dengan kendala memori, yang berarti anda masih dapat chatting di-app tanpa harus men-download Messenger. 


TNW via Techcrunch